KEMENTERIAN PUPR JALIN KERJA SAMA DENGAN KEMENTERIAN RISTEKDIKTI DAN BNSP TINGKATKAN KOMPETENSI

DJBK – Jakarta. Bukan dengan melakukan proteksi masuknya tenaga asing ke Indonesia, namun dengan meningkatkan kompetensi tenaga konstruksi Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono dalam sambutannya pada acara Penandatanganan Skema Sertifikasi untuk Politeknik Bidang Konstruksi pada Rabu (20/1).“Kerjasama ini merupakan terobosan kita, karena pada saat ini fokus kabinet kerja adalah membangun infrastruktur.” kata Basuki Hadimuljono.Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi bekerja sama dengan Kementerian RISTEKDIKTI melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan bekerja sama menciptakan link and match untuk menyelaraskan dunia pendidikan dengan pekerjaan di lapangan. Sertifikasi pelajar politeknik dilakukan oleh BNSP politeknik melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).Skema sertifikasi ini dapat dijadikan sebagai acuan oleh seluruh politeknik dalam menyusun kurikulum pendidikan yang berbasis vocational untuk politeknik. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad menyatakan Indonesia harus menyiapkan tenaga kerja yang terampil, berpengetahuan, dan memiliki daya saing yang tinggi.Dalam menghadapi persaingan global, Indonesia membutuhkan pekerja yang terampil dan dibutuhkan di dunia kerja. Sementara jumlah mahasiswa politeknik hanya sekitar 240.000. Oleh karena itu, Menurut survey McKinsey pada tahun 2030 Indonesia dapat menjadi Negara dengan perkembangan ekonomi nomor enam terbesar di dunia jika Indonesia memilikiskilled worker .“Sehingga perekrut nantinya tidak hanya melihat dari ijazah namun juga dapat menimbangkan sertifikasi pekerja.”, kata Intan Ahmad.Selain itu, skema ini juga dapat dijadikan acuan oleh industri untuk merekrut tenaga kerjanya. Hal ini dibenarkan oleh perusahaan-perusahaan BUMN Karya yang menganggap kerjasama ini sebagai jawaban kebutuhan lulusan politeknik yang bersertifikasi dan siap dipekerjakan di lapangan.Meningkatkan kompetensi dan daya saing adalah cara menyiapkan diri menghadapi kompetisi dengan tenaga kerja asing seperti yang dikatakan oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Yusid Toyib. Kedepannya diharapkan politeknik dapat mencetak pekerja konstruksi yang berkompetensi tinggi dan memenuhi kebutuhan lapangan.“Nantinya ini akan mendekatkan dunia pendidikan dengan industri konstruksi.”, kata Yusid Toyib.Kerja sama ini dilakukan untuk menyiapkan tenaga kerja konstruksi yang siap untuk menghadapi persaingan. Harapannya adalah lulusan Teknik Sipil dapat bekerja sesuai jalurnya karena kebutuhan Indonesia yang tinggi. Dengan menghasilkan lulusan yang bersertifikasi nantinya Indonesia akan memiliki pekerja yang tidak hanya berkualitas namun juga dapat mengejar kuantitas pekerja konstruksi.

 

Lokasi

KANTOR PUSAT
Ruko Pondok Gede Indah
Jl. Raya Pondok Gede No.18D
Jakarta Timur
Phone: +62 21 8779 2222, 8411421
Fax: +62 21 8411421

WORKSHOP
Jl. Mekar Makmur No. 38 A
Komplek Istana Mekar Wangi
Bandung 40227 Jawa Barat
Phone: +62 22 5233233, 5211972
Fax: +62 22 5211972

 

Newsletters

Subscribe and get the latest updates, news, and more...