Peresmian Program Studi Manajemen Bisnis Konstruksi STMIK Medan

Satu lagi terobosan ASTTI melalui DPD ASTTI Sumatera Utara menggagas didirikan satu Program Studi D3 yang pada Hari Senin 31 Agustus 2015 diresmikan oleh Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Bapak Ir. Yusid Thoyib di Perguruan Tinggi STMIK Pelita Nusantara Medan, dihadiri Ibnu Sutowo mewakili Gubernur Sumut, Ketua Umum ASTTI Deddy Adhiyaksa, Moh. Singgih dari LPJKN dan LPJKP Sumut dan Aceh. Ir. Saut Pardede menjelaskan kronologi berdirinya program studi ini, berawal dari sharing diskusi para pelaku masyarakat jasa konstruksi mengenai permasalahan model relasi antara ownwer dan/atau pemimpin perusahaan dengan penanggung jawab teknik atau tenaga ahli profesional di bidang ketekhnikan dalam suatu perusahaan konstruksi. Seringkali terjadi pendekatan yang kontradiktif ketika melaksanakan suatu proyek di lapangan, di satu sisi owner/pemimpin usaha berupaya memaksimumkan keuntungan bisnis dengan menekan kualitas hasil konstruksi, sementara penanggungjawab teknik harus memaksimalkan kualitas terkait dengan tanggung jawab profesi berdasarkan spesifikasi kontrak.  Kalalu tidak dilandasi suatu basis pengetahuan dalam menjalankan perusahaan konstruksi maka sulit terwujud tujuan dari UU No. 18 tentang Jasa Konstruksi yang berupaya membangun perusahaan konstruksi yang handal dan mampu bersaing. Program studi yang ditujukan untuk para calon kontraktor baik owner maupun level manajer konstruksi sangat penting keberadaannya agar terjadi harmonisasi hubungan dan sinergitas antara pemimpin perusahaan dengan para ahli tehnik yang mempunyai tanggung jawab profesi untuk membangun suatu relasi yang optimal dalam proses manajemen yang mencakup sisi bisnis dan ketekhnikan.Dalam konteks ini ASTTI sebagai Asosiasi profesi mencoba memberikan konstribusi dengan memberikan gagasan membangun suatu relasi yang ideal bagi perusahaan konstruksi agar profesi tenaga ahli konstruksi mendapat perlakuan sesuai dengan tanggung jawab profesinya, terlebih apabila terjadi “Gagal Bangunan” maka penanggung jawab teknik adalah orang pertama yang paling bertanggungjawab terhadap kegagalan tersebut. Di masa mendatang perusahaan konstruksi harus tumbuh berdasarkan kapasitas kompetensinya dalam mengelola usaha konstruksi bukan semata-mata tumbuh dari peluang berusaha karena kedekatan dengan stake holder dunia konstruksi sebagaimana gejala yang terasa saat ini.Bapak Yusid Thoyib selaku Dirjen Bina Konstruksi menyatakan bahwa proyek infrastruktur Indonesia mencapai US$26,7 Milyar, suatu angka yang menggiurkan bagi perusahaan konstruksi ditengah implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tumbuhnya perusahaan konstruksi yang handal harus benar-benar serius ditangani agar kue pembangunan ini dapat dinikmati perusahaan dalam negeri. Belum lagi masalah yang menyangkut tenaga kerja konstruksi yang kompeten. Deddy Adhiyaksa Ketua Umum DPP ASTTI menyatakan “kedepan akan dibuat program studi yang mendukung profesi tenaga konstruksi sesuai dengan ranah asosiasi, dan akan dibuat pola kerjasama dengan perguruan tinggi yang memiliki kesamaan visi di berbagai wilayah di Indonesia”

 

Lokasi

KANTOR PUSAT
Ruko Pondok Gede Indah
Jl. Raya Pondok Gede No.18D
Jakarta Timur
Phone: +62 21 8779 2222, 8411421
Fax: +62 21 8411421

WORKSHOP
Jl. Mekar Makmur No. 38 A
Komplek Istana Mekar Wangi
Bandung 40227 Jawa Barat
Phone: +62 22 5233233, 5211972
Fax: +62 22 5211972

 

Newsletters

Subscribe and get the latest updates, news, and more...