Pembukaan MUKERNAS ASTTI Tahun 2015 Oleh Bapak Ir. Yusid Toyib, M.Eng.Sc

Pembukaan MUKERNAS ASTTI Tahun 2015 Oleh Bapak Ir. Yusid Toyib, M.Eng.Sc

Masih Minim Yang Bersertifkat  TENAGA KONSTRUKSI DIBUTUHKAN.Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Yusid Toyib mengatakan dari jumlah kurang lebih 7.5 juta tenaga kerja di bidang konstruksi baru 6.6% yang sudah mengantongi sertifikat kompetensi.“kondisi tersebut cukup memprihatinkan padahal merupakan peluang karena besarnya permintaan pasar dunia untuk tenaga kerja konstruksi. Negara-negara Arab, Amerika Serikat, semuanya sedang membutuhkan banyak tenaga konstruksi Contohnya Kanada sampai dengan tahun 2030 membutuhkan 300.000 tenaga kerja konstruksi,’ ujarnya di sela-sela rangkaian acara Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) 2015, Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia  (ASTTI), di Ballroom TSM, Bandung, sabtu (31/10/2015).Menurut Yusid, untuk bisa memanfaatkan berbagai peluang di pasar Internasional tersebut, tenaga kerja konstruksi memerlukan sertifikat yang menunjukkan kompetensinya. Pemerintah melakukan beberapa kebijakan sekaligus untuk dapat memperbanyak tenaga konstruksi yang kompetensinya sudah tersertifikat.Mulai dari mengubah regulasi dengan mengembalikan proses sertifikasi tenaga kerja konstruksi kepada Asosiasi Profesi (sebelumnya dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi/LPJK). Akan tetapi tetap dengan mengikuti standar proses sertifikasi yang di tetapkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), berupaya mempermurah biaya sertifikasi hingga berbabagai kerja sama Lembaga-lembaga terkait.Cara lainnya adalah membuat kerja sama sejumlah SMK dan fakultas Teknik di berbagai Perguruan Tinggi. Nantinya lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) selain ijasah juga bisa mengantongi sertifikat keterampilan. Untuk lulusan perguruan tinggi bisa mendapatkan sertifikat keahlian.“semuanya mengikuti standar yang di tetapkan BNSP. Jika nanti ada temuan lembaga sertifikasi yang memberikan sertifikat pada orang yang tidak kompeten, izinya bisa langsung di cabut,”katanya.Luar NegeriKetua umum ASTTI H. Deddy Adhiyaksa mengharapkan ke depan fungsi Asosiasi Profesi segera dikembalikan sebagai Lembaga Assessment untuk tenaga-tenaga konstruksi. Beberapa tahun belakangan fungsi itu diambil alih oleh LPJK dan pihaknya lebih menjadi semacam tukang pos yang hanya membubuhkan stempel. Berbagai program untuk pengembangan profesi dan kompetensi relatif sulit dilakukan.“Malah karena masalah ewuh pakewuh kewenangan tadi, LSP (lembaga Sertifikasi Profesi) yang dimiliki ASTTI malah bergeser melakukan sertifikasi nonkonstruksi, program sertifikasi tenaga konstruksi memang tetap ada, tapi kami lakukan di luar negeri. Tahun ini malaysia dan Timor Leste menjadi Klien kami, tahun depan bertambah Brunei Darussalam,” katanya.  BANDUNG(PR).**

 

Lokasi

KANTOR PUSAT
Ruko Pondok Gede Indah
Jl. Raya Pondok Gede No.18D
Jakarta Timur
Phone: +62 21 8779 2222, 8411421
Fax: +62 21 8411421

WORKSHOP
Jl. Mekar Makmur No. 38 A
Komplek Istana Mekar Wangi
Bandung 40227 Jawa Barat
Phone: +62 22 5233233, 5211972
Fax: +62 22 5211972

 

Newsletters

Subscribe and get the latest updates, news, and more...